Simalungun
Horas
Orang Simalungun tinggal di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, di sebelah timur dan utara Danau Toba. Empat marga asal Simalungun adalah Damanik, Saragih, Purba dan Sinaga. Rumah bolon di Pematang Purba, bekas kediaman raja Purba, kini menjadi museum.
- Wilayah
- Kabupaten Simalungun, Pematangsiantar
- Bahasa
- Bahasa Simalungun
- Kekerabatan
- Tolu Sahundulan
Sumber: Suku Simalungun — Wikipedia
Budaya
Sejarah
-
Sebelum 1888
Harajaon Maropat
Sebelum campur tangan Belanda, Simalungun dipimpin oleh empat kerajaan (Maropat): Siantar, Tanoh Jawa, Panei, dan Dolog Silou, ditambah tiga partuanan yaitu Raya, Purba, dan Silimakuta. Kerajaan-kerajaan ini memerintah secara swaparaja.
Sumber: Suku Simalungun — Wikipedia · Rondang Bintang — Wikipedia
-
1888–1904
Dari Maropat menjadi Marpitu
Sejak 1888 Belanda mulai campur tangan dan kemudian mengakui Raya, Purba, dan Silimakuta sebagai kerajaan penuh, sehingga Simalungun dipimpin tujuh kerajaan (Marpitu). Pada 1904 pemerintah Hindia Belanda menandatangani perjanjian takluk dengan kerajaan-kerajaan Simalungun dan membentuk unit Simeloengoen en Karolanden.
Sumber: Rondang Bintang — Wikipedia · Simalungun people — Wikipedia (en)
-
2 September 1903
Kedatangan zending di Simalungun
Misionaris Jerman August Theis, atas arahan Ingwer Ludwig Nommensen, tiba di wilayah Simalungun pada 2 September 1903, tanggal yang kini diperingati gereja Simalungun. Kelak Djaulung Wismar Saragih menyusun kamus Simalungun pertama dan memperjuangkan pemakaian bahasa Simalungun di sekolah.
Sumber: Simalungun people — Wikipedia (en)
-
1906–1913
Pengasingan Raja Sang Naualuh Damanik
Raja Siantar ke-14, Sang Naualuh Damanik, menolak mengakui kekuasaan Belanda dan dinyatakan tidak diakui lagi melalui Besluit 24 April 1906. Pada 22 Januari 1908 ia diasingkan ke Pulau Bengkalis dan wafat di sana pada 9 Februari 1913.
Sumber: Sang Naualuh Damanik — Wikipedia
-
1937–1940
Berdirinya Museum Simalungun
Rapat Harungguan raja-raja dan tokoh Simalungun pada 14 Januari 1937 memutuskan pendirian Rumah Pusaka Simalungun. Bangunan selesai pada Desember 1939 dan diresmikan dengan upacara adat Simalungun pada 3 April 1940.
Sumber: Museum Simalungun — Wikipedia
-
3 Maret 1946
Revolusi Sosial
Dalam Revolusi Sosial di Sumatera Timur yang dimulai 3 Maret 1946, sistem kerajaan di Simalungun dihapuskan dan banyak anggota keluarga raja ditangkap atau dibunuh. Peristiwa ini dipandang sebagai tragedi oleh masyarakat Simalungun; gelar kebangsawanan kini hanya bersifat seremonial.
Sumber: Marga Simalungun — Wikipedia · Simalungun people — Wikipedia (en) · Rondang Bintang — Wikipedia
Tolu Sahundulan
Tolu Sahundulan (tondong, sanina, boru), yang dalam adat diperluas menjadi Lima Saodoran: suhut, tondong, paboru, tondong ni tondong, dan anak boru jabu (mintori).
Pihak pemberi istri, yaitu kerabat dari pihak istri (dalam salah satu sumber disebut tulang).
Kerabat satu keturunan atau satu marga dari pihak ayah.
Pihak penerima istri, yaitu keluarga suami dari saudara perempuan.
Foto: Ariokh Thio Gunadi Purba ·
Foto: Ariokh Thio Gunadi Purba ·
Foto: Lim Natee ·
Foto: Ariokh Thio Gunadi Purba ·
Foto: Christian Advs Sltg ·
Foto: Lim Natee ·