Langsung ke isi
← Semua suku
Suku

Angkola

Horas

Orang Angkola tinggal di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan; Sipirok termasuk pusat budayanya. Marga yang dikenal antara lain Harahap dan Siregar. Bahasa Angkola berkerabat dekat dengan bahasa Mandailing. Sebagian besar orang Angkola beragama Islam, sebagian lagi Kristen.

Wilayah
Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan
Bahasa
Bahasa Angkola
Kekerabatan
Dalihan Na Tolu

Sumber: Suku Angkola — Wikipedia

AngkolaFoto: Esti PIbranto · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Angkola

Budaya

01 Kekerabatan

Dalihan Na Tolu

Masyarakat Batak Angkola menganut sistem kekerabatan patrilineal dengan marga sebagai identitas utama, antara lain Harahap, Siregar dan Pane. Hubungan kekeluargaan diatur oleh falsafah Dalihan Na Tolu yang membagi kerabat menjadi mora, kahanggi (bersama suhut) dan anak boru. Dalam versi Angkola dan Mandailing, asasnya berbunyi "Hormat marmora, manat markahanggi, elek maranak boru".

Sumber: Suku Angkola — Wikipedia · Suku Batak — Wikipedia

Parompa sadunFoto: Asyafii · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
02 Kain adat

Parompa sadun

Parompa sadun adalah kain tenun tradisional Batak Angkola yang menjadi ciri khas Tapanuli Selatan, berukuran sekitar 100 x 200 cm dengan hiasan manik-manik dan rumbai. Kain ini diberikan orang tua kepada anak perempuannya ketika ia dianugerahi anak pertama, dalam upacara yang disebut mangalehen atau manjagit parompa. Parompa sadun dikenal dengan julukan "Tonunan ni Boru Regar Sipirok" dan dipakai dalam upacara adat siriaon (sukacita) maupun siluluton (dukacita).

Sumber: Manjagit Parompa — Wikipedia · Paroppa Sadun.jpg — Wikimedia Commons

Tenun SipirokFoto: Boy Lawson · Wikimedia Commons · CC BY-SA 3.0
03 Tenun

Tenun Sipirok

Sipirok memiliki banyak industri rumahan yang menenun ulos dan songket. Kerajinan khas Sipirok mencakup tenun ulos, tenun silungkang dan kerajinan manik-manik. Di antara ciri budaya Angkola disebut pula kain ulos Abit Godang dan sadun.

Sumber: Sipirok, Tapanuli Selatan — Wikipedia · Suku Angkola — Wikipedia

04 Arsitektur

Bagas Godang dan Sopo Godang

Rumah adat Batak Angkola disebut Bagas Godang, artinya "rumah besar". Bagas Godang berbentuk rumah panggung yang didominasi warna hitam, beratap ijuk dan berdinding papan, dan tidak dihiasi ornamen kepala kerbau. Dalam kompleks Bagas Godang terdapat Sopo Godang, balai tempat bermusyawarah adat, yang menghadap ke halaman luas Alaman Bolak.

Sumber: Kabupaten Tapanuli Selatan — Wikipedia · Sipirok, Tapanuli Selatan — Wikipedia · Bagas Godang — Wikipedia

05 Musik

Onang-onang dan Gondang

Onang-onang adalah nyanyian tradisional Angkola dan Mandailing yang dilantunkan pada upacara adat, terutama horja godang (pesta besar) perkawinan, dan saat manortor. Syairnya tidak baku, melainkan diciptakan spontan oleh paronang-onang dan mengisahkan marga, kekerabatan serta perasaan. Ansambel gong Angkola disebut Gondang Topap (topak), sedangkan onang-onang diiringi ansambel Gondang Boru.

Sumber: Maronang-onang — Wikipedia · Onang-onang — Wikipedia · Ogung — Wikipedia

06 Bahasa

Bahasa dan aksara Angkola

Bahasa Batak Angkola dipakai sehari-hari dan dalam acara adat di Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan. Bahasanya paling mirip dengan Batak Toba dan Mandailing; intonasinya lebih lembut daripada Toba dan lebih tegas daripada Mandailing. Aksara Angkola mengenal 21 aksara dasar (ina ni surat), dan bahasanya memiliki tingkatan seperti bahasa biasa, andung (halus) dan bura (kasar).

Sumber: Bahasa Batak Angkola — Wikipedia · Kabupaten Tapanuli Selatan — Wikipedia · Suku Angkola — Wikipedia

Angkola

Sejarah

  1. Masa Hindu-Buddha

    Kaitan dengan Padang Lawas dan Portibi

    Menurut B. G. Siregar dalam Surat Tumbaga Holing (1984), orang Batak Angkola awalnya berkembang dari daerah Portibi, Padang Lawas (Padang Bolak). Di Portibi terdapat kompleks candi Bahal peninggalan Hindu-Buddha; pengaruhnya tampak pada aksara, astrologi dan kosakata Sanskerta.

    Sumber: Suku Angkola — Wikipedia

  2. Awal abad ke-19

    Perang Padri dan masuknya Islam

    Pada masa Perang Padri di awal abad ke-19, pasukan Padri melakukan pengislaman besar-besaran atas masyarakat Mandailing dan Angkola. Salah satu pemimpin pasukan Padri, Tuanku Imam Lelo, membangun benteng yang kelak menjadi cikal bakal Kota Padangsidimpuan.

    Sumber: Suku Batak — Wikipedia · Kota Padangsidimpuan — Wikipedia

  3. 1883-1906

    Padangsidimpuan ibu kota Keresidenan Tapanuli

    Pada masa Hindia Belanda, Padangsidimpuan menjadi ibu kota Keresidenan Tapanuli sebelum dipindahkan ke Sibolga. Angkola dan Sipirok saat itu menjadi onderafdeling dengan pusat di Padangsidimpuan.

    Sumber: Kota Padangsidimpuan — Wikipedia · Suku Angkola — Wikipedia

  4. 1956

    Kabupaten Tapanuli Selatan

    Melalui UU Darurat No. 7 Tahun 1956, Kabupaten Padangsidimpuan diubah menjadi Kabupaten Tapanuli Selatan dengan wilayah bekas Afdeling Padangsidimpuan. Kabupaten ini kemudian dimekarkan, antara lain menjadi Kota Padangsidimpuan (2001) serta Padang Lawas dan Padang Lawas Utara (2007).

    Sumber: Kota Padangsidimpuan — Wikipedia · South Tapanuli Regency — Wikipedia

  5. 1975

    Berdirinya GKPA

    Gereja Kristen Protestan Angkola resmi berdiri pada 26 Oktober 1975 ketika memperoleh otonomi dari HKBP dengan nama HKBP-Angkola. Nama Gereja Kristen Protestan Angkola dipakai setelah bergabung dengan Gereja Protestan Angkola pada 1988.

    Sumber: Gereja Kristen Protestan Angkola — Wikipedia

  6. 2014

    Sipirok menjadi pusat pemerintahan

    Setelah Padangsidimpuan menjadi kota otonom, Sipirok ditetapkan sebagai ibu kota baru Kabupaten Tapanuli Selatan. Kantor-kantor pemerintahan kabupaten dipindahkan dari Padangsidimpuan ke Sipirok pada pertengahan 2014.

    Sumber: Sipirok, Tapanuli Selatan — Wikipedia

Kekerabatan

Dalihan Na Tolu

Mora, kahanggi dan anak boru. Asasnya: hormat marmora, manat markahanggi, elek maranak boru.

IMora

Mora adalah pihak keluarga pemberi boru (keluarga pihak istri) yang mendapat kedudukan paling dihormati dalam adat.

IIKahanggi

Kahanggi adalah kerabat semarga (keluarga pihak suami) yang bersama suhut menjadi tuan rumah sebuah horja atau hajatan adat.

IIIAnak boru

Anak boru adalah pihak keluarga penerima boru, yaitu keluarga saudara perempuan atau suami dari saudara perempuan.

Partuturan Angkola →

Bahasa Angkola

Kosakata

Kartu kosakata1 / 10
Bahasa AngkolaBahasa Indonesia
Horas tondi madingin, pir ma tondi matogu, sayur matua bulung! Salam khas Angkola dan Mandailing (ucapan selamat dan doa kesejahteraan)
Sahata saoloan Seiya sekata (motto Kabupaten Tapanuli Selatan)
Hormat marmora, manat markahanggi, elek maranak boru Asas Dalihan Na Tolu: hormat kepada mora, berhati-hati kepada kahanggi, membujuk/mengasihi anak boru
Padang na dimpu Hamparan luas di tempat tinggi (asal nama Padangsidimpuan)
Tonunan ni Boru Regar Sipirok Julukan tenun parompa sadun (tenunan boru Regar/Siregar dari Sipirok)