Mandailing
Horas
Orang Mandailing tinggal terutama di Kabupaten Mandailing Natal, juga di perantauan, termasuk di Malaysia. Marga yang dikenal antara lain Nasution dan Lubis. Sebagian besar orang Mandailing beragama Islam, dan sebagian tidak menyebut diri mereka Batak. Gordang sambilan, sembilan gendang besar, adalah ansambel musik adat Mandailing.
- Wilayah
- Mandailing Natal
- Bahasa
- Bahasa Mandailing
- Kekerabatan
- Dalian Na Tolu
Sumber: Suku Mandailing — Wikipedia
Budaya
Sejarah
-
Abad ke-12–14
Mandala Holing dan Nagarakertagama
Satu pendapat mengaitkan nama Mandailing dengan 'Mandala Holing', federasi abad ke-12 yang tertera dalam Surat Tumbaga Holing; pendapat lain menurunkannya dari 'mande hilang' (ibu yang hilang). Kitab Nagarakertagama menyebut ekspedisi Majapahit mencapai wilayah Mandailing pada 1365.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Mandailing
-
1803–1845
Perang Padri dan perantauan ke Semenanjung Malaya
Perang Padri meluas hingga ke wilayah Mandailing dan menyebabkan banyak orang Mandailing bermigrasi, antara lain ke Semenanjung Malaya. Di sana kelompok yang dipimpin Raja Asal dan Raja Bilah, bersama Sutan Puasa, terlibat dalam Perang Klang (1866–1873).
Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Mandailing_people
-
1824–1852
Masa kolonial Belanda
Pemerintah Hindia Belanda mulai memasuki Mandailing Natal pada 1824 di bawah Keresidenan Air Bangis (Sumatra's Westkust); pada 1834 wilayah ini berada di bawah Keresidenan Tapanuli. Pada 1852 dibentuk Afdeling Mandailing dan Afdeling Natal.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Mandailing_Natal
-
1862
Willem Iskander dan Kweekschool Tano Bato
Willem Iskander (Sati Nasution, 1840–1876) dari Pidoli Lombang belajar menjadi guru di Belanda dan, sepulangnya, mendirikan sekolah guru (Kweekschool) di Tano Bato pada 1862. Sekolah ini ditutup dan dipindahkan ke Padangsidempuan pada 1874. Ia juga menulis buku berbahasa Mandailing, antara lain Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk (1872).
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Willem_Iskander
-
1998
Pembentukan Kabupaten Mandailing Natal
Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan berdasarkan UU No. 12 Tahun 1998 dan diresmikan pada 23 November 1998. Ibu kotanya Panyabungan.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Mandailing_Natal
-
2004
Penetapan Taman Nasional Batang Gadis
Kawasan hutan di Mandailing Natal ditetapkan sebagai Taman Nasional Batang Gadis melalui Keputusan Menteri Kehutanan tanggal 29 April 2004. Penetapan ini juga dipandang sebagai pengakuan atas kearifan lokal seperti lubuk larangan dan harangan rarangan (hutan larangan).
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Batang_Gadis
Dalian Na Tolu
Mora, kahanggi dan anak boru. Ditulis Dalian Na Tolu, juga Dalihan Na Tolu. Asasnya: hormat marmora, manat markahanggi, elek maranak boru.
Mora adalah pihak keluarga pemberi istri (keturunan saudara laki-laki ibu, keluarga pihak istri), yang dihormati karena memberikan anak perempuan (prinsip hormat tu mora).
Kahanggi adalah kerabat yang terhubung melalui garis keturunan laki-laki yang sama (semarga), dengan prinsip manat markahanggi (saling memperhatikan).
Anak boru adalah pihak penerima istri, yaitu garis keturunan orang yang mempersunting saudara perempuan kita atau saudara perempuan ayah, dengan prinsip elek maranak boru (bijak membujuk).
Foto: Nasution007 ·
Foto: Nasution007 ·
Foto: Nasution007 ·
Foto: Nasution007 ·
Foto: Christian Advs Sltg ·
Foto: Nasution007 ·